Tampilkan postingan dengan label Sepuh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sepuh. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 April 2019

Kiai sepuh Jatim sayangkan pernyataan Amien Rais - ANTARA


Surabaya (ANTARA) - Sejumlah kiai sepuh Jawa Timur menyayangkan pernyataan Amien Rais di video yang tersebar di media sosial yang menyampaikan bahwa hasil Pemilihan Presiden 2019 di Jatim dimenangkan oleh pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.



“Terus terang kami menyayangkan pernyataan Pak Amien Rais yang viral di media sosial itu,” ujar Ketua PBNU Saifullah Yusuf usai menggelar pertemuan dengan kiai-kiai sepuh di kediamannya di kawasan Gayungsari Surabaya, Jumat.



Menurut dia, seharusnya Amien Rais tidak terlebih dahulu mengeluarkan pernyataan tergesa-gesa sebelum ada pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.



Di media sosial beredar potongan video bedurasi 1,31 menit yang memperlihatkan Amien Rais mengatakan adanya hasil “Real Count” tiga lembaga terakreditasi Bawaslu yang menurut dia perolehan Prabowo-Sandi di Jawa Timur unggul dibandingkan Jokowi-Ma’ruf Amin.



Para kiai, kata dia, berharap Amien Rais bisa segera mengoreksi dan menunggu seluruh proses penghitungan suara di KPU demi menghindari timbulnya kegaduhan lebih jauh.



“Tadi saat pertemuan dengan kiai-kiai juga disinggung dan sangat menyayangkan pernyataan Pak Amin Rais itu,” kata wakil gubernur Jatim periode 2009-2019 tersebut.



Sementara itu, pertemuan tersebut dihadiri beberapa kiai sepuh, antara lain pengasuh pesantren Lirboyo Kediri KH Abdullah Kafabihi Mahrus, pengasuh pesantren Miftachussunnah Surabaya KH Miftahul Ahyar, pengasuh pesantren Ploso Kediri KH Zainuddin Djazuli dan KH Nurul Huda Djazuli.



Kemudian, pengasuh pesantren Sidogiri Pasuruan KH Nawawi Abdul Djalil, pengasuh pesantren Salafiyah Pasuruan KH Idris Hamid, pengasuh pesantren Al-Ihsan Jrangoan, Sampang KH Mahrus Malik serta sejumlah kiai sepuh lainnya.



Pertemuan tersebut diikuti tak hanya kiai yang menyatakan dukungannya ke pasangan Jokowi-Ma’ruf, tapi ada juga yang mendukung Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019.

Pewarta:

Editor: Ruslan Burhani

Copyright © ANTARA 2019



Read More

Kiai Sepuh Jatim Imbau Masyarakat Hormati Hasil Pemilu 2019 - detikNews


Jumat 19 April 2019, 20:19 WIB




Deny Prastyo Utomo - detikNews









Surabaya

-
Sejumlah kiai sepuh pendukung 01 dan 02 di Jawa Timur menggelar pertemuan di kediaman Ketua PBNU Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul. Para kiai sepuh ini mengimbau masyarakat untuk menerima hasil pemilu dengan lapang dada.

Setelah mengelar pertemuan selama hampir 2 jam, Pj Rois Aam PBNU Kiai Miftahul Akhyar yang juga pengasuh Ponpes Miftachussunnah Surabaya mengatakan bahwa kiai tidak hanya memikirkan umat saja melainkan juga memikirkan negara.

"Kiai sepuh NU bukan hanya memikirkan umat saja tapi memikirkan negara. Bagaimana negara ini kondusif aman, apalagi setelah kita bersama-sama menampakkan kegembiraan atas terselenggaranya Pilpres begitu luar biasa yang diikuti 80 persen lebih anak bangsa," kata Kiai Miftahul Akhyar kepada wartawan di Perumahan The Gayungsari, Surabaya, Jumat (19/4/2019).

Partisipasi yang mencapai 80 persen pemilih di seluruh Indonesia, kata Kiai AKhyar, merupakan capaian luar biasa. Namun Kiai AKhyar tetap memberikan catatan. Kiai Akhyar juga memberikan imbauan kepada masyarakat mengenai hasil pemilu 2019 agar tetap berlapang dada.

"Ini suatu capaian luar biasa partisipasi bangsa ini, juga NU yang tidak hanya mengurus sosial keagamaan tetapi juga bangsa, ada hal-hal yang perlu mendapat perhatian dan imbauan, agar anak bangsa semua lapisan agar menerima dengan rasa lapang dada, rasa ketulusan menerima apapun yang dihasilkan dari pada ikhtiar yang terbaik untuk anak bangsa mendapatkan pemimpin pilihan mereka," lanjut Kiai Akhyar.

Akhyar juga menyampaikan, siapa pun pemimpinnya yang terpilih nantinya dalam Pemilu 2019. Pihaknya menunggu hasil dari perhitungan resmi KPU.

"Siapapun pemimpinnya, kita menanti hasil final KPU dan perangkatnya agar memutuskan sejujur jujurnya, seadil adilnya, secermat-cermatnya menurut aturan yang ditetapkan. Tidak menyalahi aturan, tidak ada niatan memanipulasi. Inilah kesempatan kita menjadi bangsa yang besar, bangsa yang dihormati bangsa lain. Karena pemilu ini diamati seluruh dunia," lanjut Kiai Akhyar.

Mewakili sejumlah iai yang hadir dalam pertemuan di rumah mantan Wakil Gubernur Jatim tersebut, Kiai Akhyar juga mengimbau kepada masyarakat untuk menghilangkan 01 dan 02.

"Kami imbau masyarakat untuk menghilangkan 01 dan 02. Kita kembali jadi yang sama. Sekarang tinggal menanti hasilnya. Adapun ada sedikit kejadian di Jakarta mungkin sebagai ungkapan dan luapan sementara, kami mohonkan supaya reda dan cair kembali, sebagai janji kedua paslon semua keputusan final ada di KPU" tandas Kiai Akhyar.

Sementara itu, Kiai Mahrus Abdul Malik Pengasuh Pesantren Al-Ihsan Jrangoan, Sampang mengimbau kepada masyarakat untuk mencipatkan susana aman, kondusif, dan jangan ikut-ikutan ribut.

"Jangan ikut ribut-ributan lah supaya kondusif aman jangan sampai terprovokator, Itu saja, biar aman kondusif, dingin gak ada apa-apa. Saya sebagai orang Madura, di Madura biasanya ada gejolak, tapi alhamdulillah karena ulama terus ke bawah gak ada kejadian apa-apa aman. Jadi saya harapkan di mana-mana juga gitu, imbauan kepada masyarakat," seru Kia Mahrus.



(iwd/iwd)




















Read More