Tampilkan postingan dengan label Polisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Polisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 April 2019

Polisi Ungkap Dugaan Penyebab Gereja Notre Dame Terbakar - KOMPAS.com

Warga menyaksikan api membakar bagian atas Gereja Notre Dame di Paris, Perancis, pada Senin (15/4/2019). Belum diketahui penyebab pasti kebakaran itu, api dengan cepat melalap atap dan puncak menara gereja bernuansa Gotik yang dibangun pada abad ke-12 itu.AFP/GEOFFROY VAN DER HASSELT

Warga menyaksikan api membakar bagian atas Gereja Notre Dame di Paris, Perancis, pada Senin (15/4/2019). Belum diketahui penyebab pasti kebakaran itu, api dengan cepat melalap atap dan puncak menara gereja bernuansa Gotik yang dibangun pada abad ke-12 itu.






PARIS, KOMPAS.com - Pemerintah melalui kantor jaksa Paris, Perancis, langsung menggelar penyelidikan segera setelah kebakaran yang terjadi di Gereja Notre Dame padam.

Dilaporkan Daily Mirror Kamis (18/4/2019), polisi langsung menanyai karyawan Le Bras Freres selaku pihak yang mengerjakan konstruksi di Notre Dame.


Baca juga: Kebakaran Notre Dame, Muncul Usulan Bangun Gereja Sementara dari Kayu

Berdasarkan keterangan dari sumber kepolisian, penyelidik berpikir hubungan arus pendek pada listrik merupakan dugaan pertama kebakaran bisa terjadi.

"Kami masih mempertimbangkan berbagai hipotesis pada tahap ini," kata sumber itu kepada CNN yang menambahkan, investigasi mereka masih bisa berkembang.

Hingga saat ini, otoritas masih menganggap insiden itu sebagai sebuah kecelakaan dan total sudah ada 40 orang yang telah menjalani pemeriksaan.

Selain itu, tim forensik dan laboratorium kepolisian dilaporkan sudah diperbolehkan memasuki bagian dalam gereja dan mulai menggelar inspeksi untuk menentukan penyebab utama.

Pekerjaan renovasi tengah dilangsungkan di bagian puncak menara gereja berusia 850 tahun itu ketika api mulai melalap bagian atas pada Senin petang (15/4/2019).

Kebakaran itu menghancurkan puncak menara dan menghanguskan sebagian besar atap gereja. Di bagian dalam, altar yang dibangun pada 1989 merupakan bagian yang mengalami kerusakan.

Untungnya, sejumlah artefak penting bisa diselamatkan. Antara lain Mahkota Duri yang diyakini dipakai oleh Yesus Kristus ketika Dia disalibkan.

Kemudian Kayu Salib, diyakini berasal dari salib yang dipakai untuk menghukum mati Yesus, serta paku yang menancap di kaki maupun tangan-Nya.

Relik-relik itu, bersama dengan jubah yang dikenakan Raja Perancis Louis, kini dievakuasi ke Museum Louvre pasca-kebakaran yang terjadi pada Senin tersebut.

Presiden Perancis Emmanuel Macron telah menjanjikan proses pemulihan dan pembangunan kembali Notre Dame bakal diselesaikan dalam waktu lima tahun.


Baca juga: Ada Gambar Katedral Notre Dame di Jersey Klub Rugby Ini



























Read More

Selasa, 16 April 2019

Polisi: Pengemudi Arogan di Tol Menyesal, Ada Masalah di Kantor - detikNews







Jakarta

-
Oloan Nadeak (35) mengaku menyesal telah bertindak arogan terhadap pengendara lain di ruas Tol Pancoran, Jakarta Selatan. Polisi menyebut pegawai negeri sipil (PNS) itu emosional karena dia juga sedang ada masalah pekerjaannya.

"Iya, intinya dia menyesal, harus diakui dia salah," kata Kanit 3 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Herman Edco kepada detikcom, Selasa (16/4/2019).

Kepada polisi, pelaku mengaku pikirannya terpengaruh masalah pekerjaan di kantornya, sehingga emosinya meluap.




"Karena kondisinya lagi banyak masalah di kantor jugalah. Katanya begitu," tuturnya.

Oloan melakukan tindakan arogan terhadap Siti Minanda dan suaminya, Ridho Laksamana, di ruas Tol Pancoran pada Senin (14/4) kemarin. Oloan merasa tersinggung karena Ridho tidak memberinya jalan.

Saat itu, Oloan mengemudikan mobil Toyota Fortuner dan melaju di bahu jalan. Dia mencoba menyalip mobil korban dari sisi kiri ketika mengetahui ada polisi yang berjaga di bahu jalan.

Namun korban saat itu tidak memberinya jalan. Kondisi jalan yang sedang macet tidak memungkinkan mobil Ridho untuk bergerak.

Pelaku kemudian disetop polisi, namun kemudian dilepas karena dia mengatakan sedang buru-buru dengan menyebutkan bahwa dia sedang diperintahkan oleh direktur di Kementerian Ketenagakerjaan.

Setelah 'lolos' dari polisi, Oloan kemudian mengejar mobil korban. Korban dipepet dan disuruh turun.

Namun, karena korban tidak mau turun, akhirnya pelaku memukul-mukul mobil korban. Dia juga 'memanjat' kap mobil korban karena korban tidak kunjung turun dari mobil.

Aksinya baru berhenti setelah ada pengemudi lain yang melerai. Pengemudi itu juga memberi tanda kepada korban untuk tidak turun dan meladeni Oloan.

Aksi arogan pelaku ini direkam oleh Minanda dan kemudian dia posting di akun Instagram-nya. Video tersebut kemudian viral, sehingga polisi turun tangan dan menangkap Oloan di rumahnya di Cipayung, Jakarta Timur.

Tonton video 'Aksi Pengemudi Arogan di Tol Pancoran, Pukul-Injak Kap Mobil'.



(mea/mea)



















Read More

Polisi Gelar Perkara Tentukan Nasib Pengemudi Arogan di Tol Pancoran - detikNews







Jakarta

-
Polisi masih memeriksa Oloan Nadeak (35) terkait kasus pengancaman di ruas Tol Pancoran, Jakarta Selatan. Bagaimana nasib Oloan selanjutnya akan ditentukan dalam gelar perkara.

"Setelah diperiksa, baru nanti kita lakukan gelar perkara," kata Kanit 3 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Herman Edco saat dihubungi detikcom, Selasa (16/4/2019).

Herman mengatakan, gelar perkara salah satunya untuk membahas apakah tersangka akan ditahan atau tidak. Sementara ini, PNS di Kementerian Ketenagakerjaan itu masih diperiksa di Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

"Saat ini masih diperiksa," ucapnya.

Oloan ditangkap tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di rumahnya di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, pada Selasa (16/4) siang tadi. Oloan ditangkap polisi setelah aksi 'panjat' kap mobil Honda Brio milik Siti Minanda viral di media sosial.

Pelaku melakukan tindakan arogan karena tersinggung lantaran tidak diberi jalan saat melaju di bahu jalan. Sementara posisi mobil korban saat itu ada di jalur lambat (lajur 1) dan kondisi sedang macet.

Simak Juga 'Aksi Pengemudi Arogan di Tol Pancoran, Pukul-Injak Kap Mobil':

[Gambas:Video 20detik]




(mea/mea)



















Read More

Senin, 15 April 2019

Bertemu Polisi Malaysia, Bawaslu Belum Boleh Melihat Surat Suara Tercoblos - KOMPAS.com






JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Fritz Edward Siregar mengatakan, Komisioner Bawaslu Rahmat Bagja sudah diterima Polisi Diraja Malaysia, Senin (15/4/2019).


Namun, Bawaslu belum boleh melihat surat suara tercoblos karena menjadi barang bukti.


"Sebagai bukti harus dibuka melalui sebuah proses peradilan atau ada permintaan dari pihak kepolisian," kata Fritz saat ditemui wartawan di Kantor Bawaslu, Jakarta, Senin (15/4/2019).


Baca juga: Senin Siang, Komisioner Bawaslu Diterima Polisi Malaysia Terkait Kasus Surat Suara Tercoblos


Fritz mengatakan, Bawaslu akan menggelar rapat pleno sehingga besok, Selasa (16/4/2019), pihaknya dapat memberikan klarifikasi final dan rekomendasi terhadap apa yang terjadi di Malaysia.


"Kami sudah memberikan klarifikasi final dan apa rekomendasi-rekomendasi Bawaslu terhadap proses yang akan dilakukan," ujarnya.


Baca juga: KPU dan Bawaslu Diminta Tak Sampaikan Informasi Prematur soal Surat Suara Tercoblos di Malaysia


Selanjutnya, Fritz mengatakan, Bawaslu juga akan menyampaikan saran terhadap pemungutan suara yang sudah dilakukan di Malaysia.


"Kami akan putuskan malam ini mudah-mudahan besok bisa mendapatkan hasil seperti apa," pungkasnya.


Sebelumnya, Jajaran Badan Pengawas Pemilu RI akan diterima oleh Polisi Diraja Malaysia, Senin (15/4/2019) siang, terkait kasus surat suara pemilu yang ditemukan tercoblos di Selangor.


Baca juga: Fadli Zon Minta KPU dan Bawaslu Ungkap Dalang Kasus Tercoblosnya Surat Suara di Malaysia


"Tadi Pak Rahmat Bagja (salah satu komisioner Bawaslu) menginfokan jam dua siang ini, mau diterima polisi Malaysia," kata Ketua Bawaslu Abhan di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin siang.


Namun, Abhan belum tahu apakah pihak Bawaslu akan diizinkan untuk mengecek langsung surat suara tercoblos yang kini dalam pengamanan polisi Malaysia.




















Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:














Read More