Sabtu, 20 April 2019

Mantan Presiden Peru Tulis Surat Sebelum Bunuh Diri - Tempo.co


TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Presiden Peru Alan Garcia, 70 tahun, rupanya sempat menulis surat sebelum melakukan aksi bunuh diri dengan cara menembak dirinya sendiri. Garcia memilih mengakhiri hidupnya persis saat dijemput aparat kepolisian atas tuduhan korupsi.

Salah satu putri Garcia membacakan catatan terakhir ayahnya di kantor pusat Partai Aliansi Revolusionari Amerika Populer atau APRA. Garcia terpilih dua kali menjadi Presiden Peru lewat partai tersebut.

"Saya tidak mau dipermalukan. Saya telah melihat orang lain diarak dengan borgol, menjalani kehidupan yang menyedihkan, namun seorang Alan Garcia tidak harus mengalami penderitaan akibat ketidakadilan ini. Untuk alasan ini, saya meninggalkan anak-anak saya dengan martabat dan harga diri saya. Untuk musuh-musuh saya, mayat saya adalah tanda penghinaan mereka pada saya," seperti dibacakan Luciana Garcia.

Reuters pada Sabtu, 20 April 2019, belum bisa secara independ memverifikasi keaslian surat itu, termasuk kapan persisnya surat itu dibuat. Luciana Garcia meyakinkan, catatan itu ditinggalkan ayahnya sebelum dia bunuh diri.


Baca:Bunuh Diri, Begini Perjalanan Hidup Mantan Presiden Peru

Ribuan masyarakat Peru mengucapkan salam perpisahan kepada mantan Presiden Peru Alan Garcia, 70 tahun, yang tewas bunuh diri pada Rabu, 17 April 2019 waktu setempat. Sumber: Reuters/Guadalupe Pardo

Baca: Mantan Presiden Peru Bunuh Diri, Ribuan Masyarakat Berduka

Surat Garcia itu menggaris bawahi soal keretakan politik yang dalam yang terus mengganggu penyelidikan di Odebrecht, sebuah perusahaan bidang konstruksi asal Brazil. Garcia diserang tuduhan korupsi senilai US$ 30 juta atau sekitar Rp 182 miliar dan tudingan adanya sejumlah kontrak kerja yang diterbitkan pemerintah menguntungkan sejumlah pihak.

Jaksa penuntut yang menyelidiki kasus ini mengatakan telah mengantungi cukup bukti untuk menahan Garcia, dimana saat bersamaan mereka akan mempersiapkan dakwaan terhadapnya. Hingga akhir hidupnya, Garcia berkeras tidak bersalah dan menyebut hal ini penuh muatan politik.

"Pada saat ini, rumor dan kebencian telah menguasai sebagian besar orang. Saya telah melihat bagaimana prosedur ini semua digunakan untuk mempermalukan dan bukan untuk mencari kebenaran," tulis Garcia dalam suratnya yang dibaca oleh ribuan teman dan sekutu-sekutunya.

Presiden Peru Martin Vizcarra telah menawarkan kepada keluarga almarhum upacara penghormatan pemakaman Garcia. Seremoni semacam ini adalah hal yang umum bagi mantan presiden Peru, namun tawaran Vizcarra itu ditolak oleh keluarga Garcia. Sebaliknya mereka memiilh acara pemakaman pribadi yang dihadiri oleh teman dan sekutu-sekutu politik Garcia.



Read More

Sayur Ini Harganya Murah Tapi Manfaatnya Bagi Kesehatan Sungguh Luar Biasa! - JITUNEWS.COM


JAKARTA, JITUNEWS.COM - Para pecinta sayur-sayuran pasti mengetahui sayur kangkung. Salah satu tumbuhan ini yang banyak di sukai orang. Apalagi jika sudah diolah menjadi tumis, kangkung adalah salah satu tumis-tumisan yang paling banyak diminati.

Kangkung ternyata memiliki kandungan gizi yang cukup banyak lho. Sejumlah zat penting seperti vitamin A. C dan B kompleks, kalsium, fosfor dan zat besi terkandung dalam sayur mujarab kangkung.

Baca juga: Cuaca Tak Menentu, Jaga Daya Tahan Tubuh dengan Konsumsi 5 Buah Ini



Faktor Eksternal yang Membuat Istri Jadi Makin Susah Hamil

Selain rasanya yang enak, kandungan gizi pada kangkung ternyata banyak manfaatnya. Mulai dari menjaga kesehatan tubuh sampai dengan obat untuk penyakit kronis. Berikut adalah manfaat sayur kangkung yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Menjaga kesehatan mata

Kangkung yang kaya akan vitamin A baik untuk menjaga kesehatan mata. Pasalnya, vitamin A mampu melindungi kornea dan lapisan mata dari infeksi bakteri dan virus. Vitamin ini juga bisa meningkatkan produksi cairan sehingga mata gak cepet kering.

Muncul dengan Kemasan Baru, Ini Kelebihan Suplemen/Susu Fitnes Muscle First


Read More

City vs Spurs, Bangkit atau Kian Terpuruk? - detikSport


Sabtu, 20 Apr 2019 11:32 WIB


Infografis



Mohammad Resha Pratama - detikSport





Jakarta

-

Manchester City

punya momentum bangkit usai tersingkir dari

Liga Champions

. Kembali menghadapi

Tottenham Hotspur

, City bisa balas dendam atau kian terpuruk?

City memang menang 4-3 atas Spurs di leg kedua perempatfinal Liga Champions tengah pekan kemarin. Tapi hasil itu tidak cukup karena City tersingkir usai kalah agregat gol tandang 4-4.

Laga itu terbilang dramatis dan sedikit kontroversial karena bantuan VAR yang mengesahkan gol ketiga Spurs serta menganulir gol kelima City. Hasrat meraih Quadruple pun gagal dan City harus segera melupakan kekalahan tersebut.

Pasalnya, City sudah ditunggu lagi oleh Spurs di Etihad Stadium dalam lanjutan Liga Inggris pekan ke-35. Ini bakal jadi laga penting untuk City menangi karena mereka masih bersaing dengan Liverpool dalam perburuan gelar juara.

Tapi, Spurs juga punya misi untuk mempertahankan posisi tiga besar saat ini yang belum aman dari kejaran lawannya. Berikut data dan fakta terkait laga itu seperti disarikan dalam bentuk infografis.

City vs Spurs, Bangkit atau Kian Terpuruk?

Foto: Infografis Detiksport


(mrp/raw)








Read More

Mendadak jadi perbincangan Karena Wajah Lesu, Dokter Ungkap Penyakit yang Diderita Sandiaga - Serambi Indonesia



SERAMBINEWS.COM - Sandiaga Uno mendadak jadi perbincangan karena wajah pucat dan lesunya, dokter ungkap penyakit yang diderita cawapres ini dan ungkap penangannya!


Nama Sandiaga Uno tentunya selalu menjadi sorotan apalagi semenjak jadi salah satu cawapres.


Apalagi belakangan ini wajah pria ini nampak tak semangat dan lesu.


Bahkan ternyata pria ini juga nampak pucat , hal ini membuat banyak orang bertanya-tanya.


Namun berbagai isu yang beredar langsung ditampik oleh pria ini.


Ia langsung membagikan foto dirinya yang tengah menjalan cek kesehatan.


Hal ini karena kondisi kesehatan cawapres ini sedang menurun.


"Baru saja saya menjalani cek kesehatan oleh dokter Kartariadi Gandadinata dari RS Awal Bros," tulis Sandiaga.


"Hasilnya saya masih harus istirahat dan disarankan untuk cek darah esok hari," tambahnnya.


Baca: Heboh Tambang Emas di Aceh, Irwandi Yusuf Sebut Pernah Tolak Beri Persetujuan Izin PT Linge Mineral


Baca: Hasil Real Count KPU Pilpres 2019 Sabtu (20/4): Jokowi 54.89%, Prabowo 45.11%, Data Masuk 4,64%


Kondisi kesehatannya yang menurun membuat Sandi tak bisa menjalani kegiatan lari pagi dan basket rutinnya.



Read More

Ronaldo Diisukan Hengkang, Pelatih Juventus Langsung Buka Suara - Bolasport.com


BOLASPORT.COM - Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, menanggapi isu hengkangnya Cristiano Ronaldo usai klub yang ia asuh tersingkir dari Liga Champions musim ini.

Cristiano Ronaldo dikabarkan marah usai Juventus disingkirkan oleh Ajax Amsterdam di ajang tersebut.

Ronaldo bahkan diisukan akan meninggalkan Juventus pada 2020.

Massimiliano Allegri pun memilih untuk menanggapi isu ini dengan santai.

Baca Juga : Gagal di Liga Champions, Man United Dapat Ancaman dari 2 Bintangnya

"Ronaldo adalah masa depan Juventus. Dia menjalani musim ini dengan fantastis dan akan seperti itu lagi selanjutnya," ujar Allegri dilansir BolaSport.com dari Marca.



Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, dalam laga pekan ke-31 Liga Italia kontra AC Milan di Stadion Allianz Turin, 6 April 2019.

TWITTER.COM/JUVENTUSFCEN




Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, dalam laga pekan ke-31 Liga Italia kontra AC Milan di Stadion Allianz Turin, 6 April 2019.



Allegri juga ikut mengungkapkan perasaan Ronaldo yang sebenarnya usai tersingkir dari Liga Champions.

"Ronaldo masih bersikap tenang, meski dia juga kecewa seperti kami semua."



Baca Juga : Disuruh Hengkang, Dybala Enggan Tukar Nasib dengan Mauro Icardi




Read More

Ini Penyebab Banyak Petugas TPS Sakit hingga Meninggal Saat Pemilu - KOMPAS.com


JAKARTA, KOMPAS.com - Komisioner Komisi Pemilihan Umum ( KPU) DKI Jakarta Nurdin menyebutkan sejumlah faktor yang membuat banyak kelompok penyelenggara pemungutan suara ( KPPS) yang sakit hingga meninggal selama penyelenggaraan pemilu dan pilpres 2019.

Faktor pertama adalah lantaran pemilu dan pilpres pada tahun ini digelar secara serentak untuk memilih presiden, DPR, DPRD, dan DPD.

Hal ini berpengaruh pada tenaga, waktu, hingga pikiran serta beban pada petugas.

"Kemudian secara enggak langsung tingkat pekerjaan kemudian pikiran, tenaga juga harus ekstra. Di samping itu memang anggaran sama saja artinya yang diperoleh teman-teman. Walaupun pekerjaan banyak dananya sama saja (seperti pemilu sebelumnya)," kata dia saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (20/4/2019).

Baca juga: #IndonesianElectionHeroes, Hormat untuk Para Pahlawan yang Gugur Saat Pemilu

Nurdin mengungkapkan, dengan anggaran yang sama seperti pemilu sebelumnya namun dengan pekerjaan yang lebih banyak membuat sebagian petugas memutuskan untuk mundur.

Faktor lainnya adalah dengan adanya pemilihn serentak membuat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) kerepotan mengurus logistik yang sangat banyak.

"Apalagi mereka ini orang yang kita rekrut bekrja selama pemilu saja. Sehingga dia awalnya belum paham sistemnya learning by doing terus ditambah lagi ada pembatasan periodesasi PPK, PPS, dan KPPS. Sehingga yang sudah berkali-kali ikut pemilu harus kita stop dengan adanya regulasi itu," ujarnya.

Menurutnya para petugas akhirnya kaget karena tekanan yang datang semakin tinggi terutama tekanan dari para pemilih.

Baca juga: #IndonesianElectionHeroes Pemilu 2019, 4 Petugas KPPS Sulsel Meninggal

"Santai taunya gedebak gedebuk belum lagi pressure dari masyarakat," tutur Nurdin.

Ia mengungkapkan, petugas KPPS, PPK, dan PPS mempunyai masa kontrak kerja selama satu bulan dari 20 Maret - 20 April 2019.

Mereka melakukan beberapa pekerjaan seperti melakukan pendistribusian C6, menyiapkan TPS minimal H-1, mempersiapkan sampai hari H, membuka TPS pada pukul 07.00 hingga 13.00, lalu melalukan penghitungan suara selambat-lambatnya selama 24 jam.

"Kemarin ada yang menghitung dari jam 1 sampai jam 8 pagi baru diantarkan kotaknya. Kondisi ini walaupun tidak bisa dijadikan alasan utama tapi namanya tenaga manusia pikiran pasti ada errornya," tutupnya.

Baca juga: Di DKI, 1 Anggota KPPS Meninggal, Lainnya Jatuh Sakit karena Kelelahan

Sebelumnya, Nurdin mengatakan, pihaknya menerima sejumlah laporan terkait anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang sakit hingga meninggal selama penyelenggaraan pemilu dan Pilpres 2019.

Ia menyebut, ada satu anggota KPPS yang meninggal pada malam sebelum pemilu karena kelelahan.

"Kalau sakit banyak. Kalau meninggal ada 1 orang itu yang malam sebelum pemilu dia meninggal. Di TPS di Jakbar karena kecapekan," ucap Nurdin.






Read More

Prakiraan cuaca Aceh - Sabtu, 20 April 2019 - BeritagarID

Prakiraan cuaca BMKG untuk sebagian besar wilayah Aceh cerah pagi ini, Sabtu (20/04/2019).
Read More