IAIN Parepare--- Devisi website Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare mengadakan pelatihan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada para admin website Prodi (Program studi), Selasa (09/04).
Pelatihan tersebut dilaksanakan di meeting room Teknologi Informasi Pangkalan Data (TIPD) IAIN Parepare.
Bimtek dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Parepare, DR. H. Saepudin, M. Pd
Ketua Panitia, Andi Aras, M. Pd mengungkapkan Bimtek ini dilaksanakan dalam rangka upaya peningkatan skill (upgrade) para admin website Prodi dan Fakultas.
Selain itu, adanya pelatihan ini akan memberikan keleluasaan kepada pihak admin untuk mempublish berita atau informasi ke masyarakat luas sehingga informasi tersebut dapat diakses secara cepat dan mudah.
“Dengan pelatihan praktik secara langsung, diharapkan pengelolaan dan pemanfaatan website Prodi dan Fakultas Tarbiyah berfungsi secara maksimal sehingga dapat menjembatani proses komunikasi yang baik dengan pelajar, mahasiswa, alumni, media massa dan masyarakat,” jelas Andi Aras, Ketua Panitia yang juga sebagai dosen IAIN Parepare.
Pelatihan ini diikuti sebanyak 12 peserta yang terdiri dari empat peserta admin fakultas dan delapan admin web Prodi dengan menghadirkan mentor Sufyaldy, M. Kom (Kepala TIPD IAIN Parepare).
IAIN Parepare--- Tim debat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare dinyatakan lolos dalam tahap eliminasi Debat Konstitusi XII tahun 2019.
Tim debat IAIN Parepare dinyatakan lolos setelah menyisihkan puluhan tim debat dari berbagai perguruan tinggi se Indonesia (08/04).
IAIN Parepare berhasil masuk ke dalam 24 deretan Perguruan Tinggi yang akan berlaga di tahap regional timur. Debat tersebut akan dilaksanakan di Universitas Sam Ratulangi, Manado pada tanggal 11 s/d 13 April mendatang.
Debat Konstitusi Mahasiswa antar Perguruan Tinggi se-Indonesia adalah ajang bergengsi tahunan yang dihelat oleh Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (RI) untuk menanamkan pemahaman konstitusi dan Pancasila kepada generasi muda khususnya mahasiswa.
Kegiatan ini dibagi dalam 3 tahap; eliminasi, regional dan nasional. Semua Perguruan Tinggi baik Negeri maupun Swasta bisa mengikuti tahap eliminasi dengan mengirimkan video dan artikel. Namun hanya yang dinyatakan lolos seleksi yang bisa lanjut ke tahap berikutnya yaitu tahap regional.
Ketua tim seleksi tim debat delegasi IAIN Parepare, Umaima mengungkapkan tim debat IAIN Parepare terdiri dari 3 mahasiswa program studi Hukum Tata Negara yaitu Wiwin, Nurul Annisa dan Nur Ayu Mentari sedang dalam tahap final persiapan. Selama sebulan ini pendampingan dan pembimbingan telah dilakukan.
"Kami mohon dukungan dan do'a dari semua pihak, semoga tahun ini bisa membawa nama kampus tercinta ke kancah nasional. Selain bisa menggenjot semangat mahasiswa dalam memahami dan mengkaji konstitusi dan pancasila, dan juga sangat menunjang peningkatan akreditasi kampus kita tercinta," ungkapnya saat diwawancarai via whatsapp, Senin (08/04).
IAIN Parepare--- Program studi (Prodi) Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar Kajian Prodi, Selasa malam (02/04).
Narasumber: Nasruddin, M. Pd (Dosen IAIN Parepare)
Kajian yang dilaksanakan di lobby gedung Tarbiyah ini diikuti puluhan mahasiswa Tadris IPS dengan mengangkat tema Menumbuhkan Mindset Keislaman dan Intelektual Keprodian menuju Tadris yang Loyalitas. Ketua Prodi Tadris IPS, DR. Ahdar Jamaluddin mengungkapkan kegiatan ini akan rutin dilaksanakan dan mahasiswa wajib ikut. "Tema kajian tentang keprodian yang membahas tentang sejarah IPS dalam kanca pendidikan memberikan kontribusi kepada kepada seluruh jajaran tadris IPS bahwa cakupan di bawah naungan IPS itu yang luas dan kompleks," jelasnya Selain itu, pelaksanaan kajian ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap wawasan dan kompetensi yang akan dimiliki para alumni Tadris IPS sebagai modal bersaing di dunia kerja. "Kajian ini memberikan banyak ruang kepada alumni-alumni nantinya untuk terjung dan bersaing di dunia kerja," tambah Ahdar Djamaluddin saat diwawancara via whatsapp (04/04).
IAIN Parepare -- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menjalin kerjasama dengan delapan Perguruan Tinggi Asing. Hal tersebut ditandai dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Rektor IAIN Parepare, Ahmad Sultra Rustan dengan beberapa Rektor dari Negara ASIAN, pada acara The 10th Meeting of Asian Islamic Universities Assosiation (AIUA) and International Conference di Bengkulu pada 28 Maret 2019
Berikut daftar tujuh Perguruan Tinggi dari Negara ASIAN yang terjalin kerjasama dengan IAIN Parepare diantaranya:
Universiti Teknologi Mara Cawang Pulau Pinang Malaysia
Kolej Islam Teknologi Antar Bangsa Pulau Pinang Malaysia
Universiti Sultan Azlan Shah Malaysia
Kolej Universiti Islam Malaka
Kolej Universiti Islam Pahang Sultan Ahmad Syah Malaysia
Mindano State University (Marawi Campus) Philippines
Avid College Republic of Maldives
Perguruan Tinggi tersebut berasal dari Malaysia, Philipina dan Republic of Maldives yang tergabung dalam anggota AIUA
Isi kerjasama IAIN Parepare dengan perguruan tinggi Asing tersebut meliputi:
Exchange of Students
Join Research and Development Project
Join Education Program
The 10th Meeting of Asian Islamic Universities Assosiation (AIUA) and International Conference dipusatkan di Grage Hotel Bengkulu. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu tersebut berlangsung selama empat hari, 27 Maret hingga 30 Maret 2019.
Humas IAIN Parepare--- Kurang lebih 24 JPL, dosen-dosen Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam (FAKSHI) menjalani Workshop Penyusunan Silabus, yaitu mulai 28-30 Maret 2019 di Gedung Perpustakaan Lantai 5. Melalui adviser pakar kurikulum asal Universitas Islam Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. Dr. Bermawy Munthe, MA., dan Dr. Roni Ismail, MA., para dosen ini dibekali berbagai teori dan praktek desain penyusunan kurikulum. Pada hari ke – 2 ini, Jumat, 29 Maret, Bermawy Munthe memberikan materi tentang desain kompetensi pembelajaran berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Nasional Perguruan Tinggi (SNPT).
Materi ini berorientasi untuk mendesain sebuah mata kuliah secara holistik berdasarkan KKNI dan SNPT pada level mata kuliah atau dosen yang meliputi; standar kompetensi lulusan, standar isi pembelajaran, standar proses pembelajaran yang interaktif-partisipatif, dan standar penilaian pembelajaran sesuai prosedur dan teknik yang fair.
Dekan Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Islam, Muliati ketika dikonfirmasi mengatakan Workshop ini sangat penting dan relevan bagi para dosen sebagai upaya meningkatkan kemampuan mereka dalam menyusun dan mengajarkan mata kuliah yang diampuh. Materi-materi yang diberikan oleh narasumber sangat relevan dengan tugas kami sebagai dosen.
Melalui Workshop ini pula, Muliati berharap agar dokumen-dokumen kurikulum pembelajaran dapat terselesaikan secara tuntas. Hal tersebut penting karena menurutnya, menjadi persyaratan dalam memenuhi proses akreditasi pada setiap program studi. “Salah satu output yang akan kita capai dari workshop ini adalah tersusunnya dokumen kurikulum atau silabus dari setiap dosen mata kuliah. Dokumen itu diperlukan sebagai bahan yang akan diajukan dalam proses akreditasi setiap program studi nantinya,” katanya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, tahun 2019/2020 merupakan tahun akreditasi IAIN Parepare. Rektor menargetkan agar tahun 2019, minimal 50% program studi mencapai akreditasi dengan predikat A. Target ini, tentunya membuat para Pimpinan Fakultas dan Ketua Program Studi harus bekerja keras untuk mencapai itu.
Sementara itu, Muhammad Sabir, salah satu dosen Fakshi yang mengikuti kegiatan Workshop Penyusunan Silabus ini mengakui jika workshop yang diikutinya ini memberikan mindset baru terhadap penyusunan perangkat pembelajaran. “Selama ini, kami menyusun satuan pembelajaran (silabus) tidak merujuk pada metode atau teori-teori dasar kurikulum. Workshop ini sangat mencerahkan dan membuka mata hati kami untuk lebih mendalami penyusunan kurikulum lagi. Jadi tidak sekedar mengajar saja,” ujar dosen Hukum Pidana Islam ini. (s.s)
Humas IAIN Parepare--- Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri Parepare menyelenggarakan Pelatihan Metode Penelitian untuk mahasiswa, Kamis, 28 Maret di Ruang Seminar Fakultas Tarbiyah. Pelaksanaan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan pengetahuan mahasiswa dalam melakukan penelitian.
Ketua Program Studi PIAUD, Sri Mulianah menyampaikan hal tersebut saat mewiliki Dekan Fakultas Tabiyah membawakan sambutan pada acara pembukaan pelatihan tersebut. "Sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, penelitian merupakan sebuah kegiatan yang wajib dilakukan oleh civitas akademika termasuk dosen dan mahasiswa. Khusus untuk mahasiswa ketertarikan mereka untuk meneliti masih tergolong rendah di luar kewajiban mereka menulis skripsi sebagai tugas akhir penyelesaian studi dikarenakan mereka masih belum terlalu menguasai teori-teori penelitian, juga praktiknya hampir nihil." papar Sri Mulianah kepada peserta pelatihan.
Tujuan pelaksanaan kegiatan ini menurut Sri Mulianah adalah membekali pengetahuan, sikap dan keterampilan mahasiswa dalam melakukan suatu penelitian. Pelatihan ini merupakan suplemen dari mata kuliah pengantar metodologi penelitian yang telah dilaksanakan di semester tiga lalu, sebelum memasuki mata kuliah metode penelitian pendidikan yang akan mahasiswa hadapi di semester enam yang akan datang. "Output kegiatan ini adalah mahasiswa mampu melakukan minimal satu penelitian sederhana yang memenuhi kaidah-kaidah penelitian ilmiah. Syukur-syukur hasil penelitian ini bisa dibuat artikel untuk dimuat di jurnal prodi PIAUD yang akan segera dibuat," ujarnya.
Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh puluhan peserta dari mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini semester genap tahun akademik 2018/2019. Para peserta menyambut baik kegiatan pelatihan yang diadakan oleh Program Studi PIUAD. Dwi Dewantari, salah seorang peserta, yang juga Ketua Himpunan Mahasiswa Prodi PIAUD menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada ibu Ketua Prodi karena mengadakan pelatihan yang sangat dibutuhkan oleh mahasiswa.
"Mahasiswa sangat membutuhkan pelatihan metode penelitian karya tulis ilmiah, utamanya mahasiswa semester enam ke atas karena tengah diperhadapkan dengan penyelesaian tugas akhir dalam bentuk skripsi. Meski pun, terdapat mata kuliah medote penelitian, tetapi rasanya itu masih perlu penguatan melalui pelatihan. Banyak teman-teman yang kebingungan pada saat penyusunan skripsi, bahkan penentuan judul skripsi saja banyak yang kebingungan." ujar Dwi. "Semoga pelatihan memberikan pencerahan kepada kami dalam mendalami masalah penelitian" ungkapnya penuh harap.